Karya ini terinspirasi dari lukisan-lukisan Francis Bacon. Manusia dalam karya-karya Francis Bacon adalah manusia yang dipresentasikan sebagai daging, darah, dan tulang; manusia yang diperlihatkan sebagai sangat manusia, yang mempunyai rasa takut, rentan, teralienasi, dan mendapatkan penghinaan. Untuk itu, dalam performans ini, Prashasti mengajak penonton untuk memperlakukan dia dengan sesuatu yang tidak mengenakkan hati, seperti ditampar. Di sini Prashasti menantang tubuhnya sendiri dan menantang penonton untuk “menghancurkan” bentuk tubuhnya, seperti Bacon melakukan deformasi atas tubuh manusia.

This work was inspired by Francis Bacon’s paintings. Humans in the works of Francis Bacon are human beings who are presented as flesh, blood, and bones; humans are shown to be very human, who have fear, are vulnerable, alienated, and get insults. For this reason, in this performance, Prashasti invites the audience to treat her with something that is not heartening, like being slapped. Here Prashasti challenges her own body and challenges the audience to “destroy” her body shape, as Bacon deforms the human body.

BODY BLOWING

Tanggal/Date
9 Juni 2016

Lokasi/Location
Forum Lenteng

Seniman/Artist
Prashasti Wilujeng Putri

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search