Terlepas kaitannya dengan agama, silaturahmi bertatap muka menjadi ritual penting bagi masyarakat kita. Karenanya, tak heran ketika banyak orang merasa harus pulang ke kampungnya dengan berbagai cara pada hari raya, meskipun teknologi komunikasi telah semakin berkembang untuk memangkas jarak dan waktu.

Silaturahmi bertatap muka diniscaya akan memberikan banyak kebaikan dan keuntungan di masa mendatang bagi yang mengamalkannya. Namun, pada kondisi belakangan, ketika bertatap muka memiliki resiko dan bencana, silaturahmi dipaksa dilakukan jarak jauh dengan menggunakan teknologi yang ada. Tapi dalam praktik penggunaannya, terdapat beberapa hal yang menjadi hambatan dalam komunikasi. Selain pengguna yang gagap terhadap teknologinya, sering pula teknologi yang menjadi gagap karena keadaan dan bergantung pada kualitas jaringan. Hal ini dapat dijumpai dalam obrolan daring di mana pesan yang disampaikan bisa terputus atau teracak akibat jaringan di suatu wilayah yang belum mumpuni.

Pesan yang terputus atau teracak berpeluang menciptakan makna lain dari pesan yang ingin disampaikan. Pesan yang teracak atau terputus itu diinterpretasikan ulang oleh Robby menjadi permainan kata pada sebuah pertemuan maya.

Pada karya ini seniman mengajak beberapa partisipan untuk terlibat dan berkomunikasi satu sama lain dengan kata-kata yang sudah ditentukan. Para partisipan memiliki kesempatan untuk mengeskplorasi sendiri intonasi dan susunan kata yang telah ditentukan tersebut, baik menjadi kalimat yang memiliki nilai mau pun tidak. Karya ini akan dipresentasikan dengan siaran langsung pada halaman ini.

Sumber: https://gubuakkopi.id/kabarkabar/

Regardless of religion, face-to-face interaction is an important ritual for our society. Therefore, no wonder that many people feel they have to return to their villages on holidays, even though communication technology has developed to reduce distance and time.

For those who practice it, face-to-face interaction will undoubtedly provide many kindness and benefits in the future. However, in the latest condition, when face-to-face interaction has risks and disasters, the interaction is forced to be done remotely using existing technology. But in practice, there are several things that become obstacles in communication. Apart from the users who are stuttering about the technology, technology is often become the one that stutters due to circumstances and depends on network quality. This can be found in online chats where messages can be interrupted or scrambled due to the network in an inadequate area.

These interrupted or scrambled messages have the opportunity to create other meanings from the message to be conveyed. The scrambled or interrupted messages are reinterpreted by Robby as a word playing at a virtual meeting.

In this work, the artist invited several participants to get involved and communicate with each other using predetermined words. The participants had the opportunity to explore the predetermined intonation and wording by themselves, whether it was a sentence that had value or not. This work will be presented with a live broadcast on this page.

 

Reference: https://gubuakkopi.id/kabarkabar/

KABAR

Tanggal/Date

22 September 2020

Lokasi/Location

www.gubuakopi.id

Seniman/Artist

Robby Ocktavian

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search